Blusukan ala SBY, kemarin kemana saja?

45 views
Blusukan sby

Gambar tribunnews.com

Masyarakat masih dibuat terkesima dengan sepak terjang Jokowi lewat gaya blusukan-nya yang terkesan apa adanya.  Adalah media yang berperan besar mempromosikan gaya kepemimpinan a la Jokowi ini. Walaupun sejatinya, sejarah islam telah memberikan teladan terbaik pada diri khalifah Umar bin Khattab dalam model kepemimpinan seperti ini.

Kini giliran presiden kita, Susilo Bambang Yudhoyono yang tanpa ada angin dan hujan, tiba-tiba blusukan. Publik dikejutkan dengan kunjungan kerja Presiden SBY ke kampung nelayan di Tangerang. Kunjungan Presiden yang tiba-tiba dan tak sebagaimana lazimnya, lantaran sebelumnya tak ada informasi ihwal lokasi kunjungan. Kesan protokoler yang selama ini ada, nyaris tak terdengar.

Spekulasi pun berkembang. Para pengamat dan masyarkat langsung saja menuding langkah blusukan SBY ini menjiplak habis gaya Jokowi. Lantas, apakah langkah imitative seorang Presiden kita ini salah ?. Mengapa kemudian berbagai kalangan banyak berkomentar sinis dengan blusukan gaya baru model lama a la SBY ?.

Sejujurnya, semestinya masyarakat harus menilai positip dengan apa yang beliau lakukan saat ini.  Namun tetap saja, blusukan SBY ini memancing rasa ingin tahu publik, ada apa dibalik semua ini ?. Kalau baru sekarang ini dilakukan oleh SBY, lalu selama ini kemana ?.

Menurut hemat saya, komentar miring atau pun nada sinis yang mengemuka tak lepas dari gaya kepemimpinan  SBY yang selama ini dipertontonkan ke publik, kental dengan aroma pencitraan, dan serba seremonial. Hal ini wajar, mengingat kedudukan beliau sebagai kepala negara yang terikat protokoler yang ketat, disamping juga faktor keamanan diri presiden.Sehingga langkah blusukan yang beliau lakukan dinilai oleh sebagian kalangan sebagai duplikasi dari Jokowi. Betapa pun, istilah blusukan yang dipopulerkan oleh Jokowi ini tengah menjadi sorotan publik, dan diharapkan menjadi trendsetter model kepemimpinan negeri ini.

Tak urung, pengamat politik Soegeng Sarjadi Syndicate, Sukardi Rinakit, menganggap gaya blusukan yang ditunjukkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dimaksudkan untuk mendongkrak perolehan suara Partai Demokrat pada pemilihan 2014 nanti. ( Tempo.co, 5 Januari 2013 ).

Blusukan itu bagian dari langkah awal untuk nanti dia (SBY) menyebut siapa (yang dicalonkan Demokrat),” ujar Sukardi. “Orang itu (akan) langsung dapat magnet di (kalangan) bawah.”

Kita pantas bertanya-tanya dengan perubahan drastis dalam model kepemimpin yang ditunjukkan oleh pak SBY pada paruh terakhir jabatannya sebagai presiden. Pro dan kontra adalah sesuatu yang wajar. Lho koq baru sekarang ?

Dalam perspektif lain, sesungguhnya apa yang dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah “efek Jokowi”. Efek positip yang bisa menjadi cermin bagi siapa pun pemimpin di negeri ini, yang menginginkan perubahan. Dalam sudut pandang positif, SBY dalam hal ini nampaknya tidak mau kalah dari Jokowi. Kalau Jokowi bisa, kenapa beliau tidak. Dan sekaligus, langkah SBY ini sebagai pembenaran atas apa yang dilakukan oleh Jokowi. Pada gilirannya, pak SBY sadar atau tidak tengah memberikan contoh, beginilah seharusnya seorang pemimpin yang sebenarnya. Harus sering blusukan, turun ke bawah menengok kondisi real masyarakatnya. Tidak sekedar menunggu laporan bawahan, sementara bawahan hanya membuat laporan asal menyenangkan atasan.

“Efek Jokowi” yang mulai menular pada diri orang nomor satu di negeri ini tentu saja diharapkan terus menggelinding bak bola salju mengimbas pada para pemimpin di level bawahnya. Sehingga angin perubahan yang digembar-gemborkan selama ini bukan sekedar isapan jempol belaka. Semoga.

Tags: #blusukan

Leave a reply "Blusukan ala SBY, kemarin kemana saja?"

Author: 
    author
    Admin dan dan kontributor utama masnazar.com. Peminat masalah teknologi, gadget, dan aplikasi Android. Aku hanya ingin berbagi pengalaman, dan saling membantu. Semoga bisa memberi banyak manfaat untuk sesama...salam.