Facebook: Antara Akal Besar dan Nasib Baik

124 views


Hidayatullah.com–Kata-kata mutiara dalam Bahasa Inggris menyebutkan: “Great minds discuss ideas. Average minds discuss events. Small minds discuss people.” (Orang berakal besar membicarakan ide-ide. Orang berakal sedang membicarakan kejadian-kejadian. Orang berakal kecil membicarakan orang).

Akal besar hanya dimiliki oleh orang-orang besar. Orang besar pasti mempunyai akal besar. Untuk menjadi orang besar haruslah mempunyai akal yang besar. Akal besar hanya dimiliki oleh mereka yang selama hidupnya bergelut dengan hal-hal yang besar yakni ide-ide.


Otak yang dimiliki orang yang berakal besar penuh dengan ide-ide. Tema utama pembicaraan mereka dalam kehidupan sehari-hari adalah ide-ide. Mereka mendedikasikan jatah umur, waktu, tenaga, pikiran dan harta yang mereka miliki untuk memikirkan, menghasilkan, membicarakan, membahas, mendiskusikan, menyebarluaskan dan merealisasikan ide-ide.

Orang yang berakal besar tidak menyia-nyiakan umur, waktu, tenaga, pikiran dan harta mereka untuk hal-hal yang sia-sia, remeh temeh dan tidak berbobot, bernilai dan bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Mereka tidak menggunakan semua sumber daya, fasilitas dan kemampuan yang mereka miliki untuk memikirkan, membicarakan, membahas, mendiskusikan dan menyebarluaskan informasi tentang kejadian-kejadian dan orang-orang kecuali untuk mengambil dan menghasilkan ilmu, ibrah (pelajaran), hikmah dan pelajaran.

Contoh terbaik orang besar adalah Nabi Muhammad saw. berikut para sahabat beliau. Mereka bagaikan lebah. Apa yang masuk ke, diproses di dan dihasilkan dari tubuh lebah hanyalah yang baik, bernilai dan bermanfaat saja. Demikian juga beliau beserta para sahabat. Apa-apa yang mereka inputkan melalui mata dan telinga ke dalam otak, yang mereka proses di dalam otak, dan yang mereka outputkan dari otak berupa ucapan, tulisan dan tindakan adalah yang mengandung hikmah, baik, berbobot, bernilai dan bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan banyak orang hingga akhir zaman.

Batasan ide dan Informasi

Ide adalah semua produk otak yang meliputi ilmu, teori, konsep, ilham, gagasan, pikiran, rencana dan pemikiran. Informasi kejadian adalah semua informasi yang terkait dengan peristiwa-peristiwa baik yang disengaja maupun tidak yang terjadi pada atau dialami seseorang atau sebuah kelompok masyarakat baik yang benar-benar terjadi di alam nyata maupun yang tidak seperti di dalam film, drama dan novel. Informasi kejadian juga menyangkut segala informasi tentang acara-acara atau even-even yang diketahui, diikuti atau disaksikan seseorang atau sekelompok orang seperti acara wisata, acara pernikahan dan pertandingan olah raga. Informasi tentang orang adalah semua informasi dan fakta yang menyangkut seseorang atau sekelompok masyarakat baik yang benar-benar ada eksistensinya maupun yang tidak seperti tokoh-tokoh di dalam novel, drama dan film. Informasi ini antara lain meliputi ciri-ciri fisik, cara berpakaian, jenis pakaian, gaya hidup, makanan favorit, gaya rambut, sifat, perilaku, watak, kekurangan dan kelebihan.

Fenomena Facebook

Facebook adalah salah satu jejaring sosial online. Facebook merupakan jejaring online paling populer dan paling banyak membernya. Seperti halnya dengan jejaring sosial lainnya, dengan facebook para membernya bisa melakukan beragam aktivitas komunikasi. Chatting, mengirim dan membalas pesan, juga berbagi dan mengomentari info, link, foto dan video. Dengan facebook, para membernya juga bisa mengetahui, memberitahukan, membicarakan, mendiskusikan, membahas dan menyebarluaskan berbagai informasi tentang apa saja termasuk tentang kejadian-kejadian dan orang-orang.

Sebagaimana media teknologi, informasi dan komunikasi lain pada umumnya, Facebook sekadar media. Facebook bukan ustadz atau kyai yang bisa menilai baik atau buruk, benar atau salah dan bermanfaat atau mudharat tiap konten yang diisikan oleh para membernya. Facebook juga bersifat terbuka dan siap menerima informasi apa saja. Facebook memberikan kepada para membernya kebebasan dan kemudahan untuk mengisinya dengan segala informasi menurut kehendak, minat, hobi dan kecenderungannya masing-masing. Benar salah, baik buruk, bermanfaat mudharatnya informasi yang dimasukkan ke dalam Facebook sepenuhnya tergantung member sendiri. Ada manfaat atau tidaknya Facebook juga terpulang dan tergantung pada member sendiri. Di dalam dunia facebook, masing-masing member mempunyai kebebasan dan kekuasaan .

Alat ukur mengetahui ukuran akal

Berdasarkan kata-kata mutiara yang penulis kutip di awal tulisan ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa topik yang diangkat oleh seorang member ketika menggunakan Facebook dengan segala aktivitas komunikasinya menunjukkan berapa besar ukuran akal yang dimilikinya.

Jika sejak pertama kali akun Facebooknya aktif, seorang member hanya, sering atau pernah bergelut dengan ide-ide baik itu idenya sendiri maupun orang lain, berarti ukuran akalnya termasuk kategori besar. Jika tema yang diangkatnya hanya berupa informasi tentang kejadian-kejadian saja – baik yang dialaminya sendiri maupun yang dialami orang lain seperti anggota keluarga, teman dan selebritis – tanpa pernah menyentuh ide sama sekali, berarti ukuran akalnya termasuk kategori sedang. Sedangkan jika dia hanya asyik dengan informasi tentang orang saja – baik dirinya sendiri maupun orang lain seperti anggota keluarga, teman dan selebritis – tanpa pernah menyentuh ide sama sekali, berarti ukuran akalnya termasuk kategori kecil.

Termasuk kategori manakah akal yang kita miliki? Besar, sedang atau kecil?
Nasib baik pemilik akal besar

Dengan memiliki anugerah besar berupa akal besar ada begitu banyak manfaat yang diperoleh seseorang. Selama masa hidupnya, orang yang berakal besar hidupnya bernilai. Hidupnya berharga dan bermanfaat bagi banyak orang. Sejarah hidup dan ide-idenya dikaji, dipelajari, diamalkan, disebarluaskan, serta dijadikan referensi dan teladan. Riwayat hidup dan ide-idenya menginspirasi dan memotivasi banyak orang.

Setelah meninggal, nama dan ide-idenya tetap “hidup”. Sejarah hidup dan ide-idenya tetap terus menginspirasi dan memotivasi banyak orang. Juga tetap terus dikaji, dipelajari, diamalkan, disebarluaskan, serta dijadikan referensi dan teladan oleh banyak orang dari generasi ke generasi.

Jika ide-idenya adalah baik dan benar menurut penilaian Allah swt. dan Rasul-Nya, serta jika segala usahanya yang dicurahkan untuk ide-idenya diniatkan untuk ibadah, pemilik akal besar Muslim akan mendapatkan nilai plus dan poin khusus. Meskipun badannya telah hancur dan terbaring diam di dalam kubur, dia tetap mendapatkan kiriman pahala secara terus menerus karena telah mempunyai investasi amal jariyah. Warisannya berupa ide-ide menjadi ilmu yang bermanfaat yang mendatangkan pahala tiada terputus bagi dirinya karena ide-idenya secara terus menerus diamalkan oleh banyak orang.

Di hari kiamat, pemilik akal besar Muslim juga akan mendapatkan nilai plus dan poin khusus. Dia akan lulus dan lolos dari pengadilan di hari kiamat. Pengadilan tersebut mempertanyakan pemanfaatan umur (dan waktu), ilmu, harta, dan badannya (anggota badan dan tenaganya).

Rasulullah saw. bersabda yang artinya: “Tidak akan bergeser kaki seorang hamba di hari kiamat hingga ditanyakan kepadanya tentang umurnya telah dipergunakan untuk apa, tentang ilmunya apa yang telah diperbuat dengan ilmunya, tentang hartanya dari mana diperoleh dan dibelanjakan untuk apa, dan tentang badannya telah dipergunakan untuk apa.” (HR. Ad-Darimy)

Ajakan dan Harapan

Setiap orang berhak dan bisa menjadi pemilik akal besar. Untuk memiliki akal besar, dibutuhkan tiga faktor, yaitu niat, usaha dan doa. Usaha yang harus dilakukan adalah dengan cara mendayagunakan segala sumber daya, fasilitas dan kemampuan yang dimiliki untuk memikirkan, menghasilkan, membicarakan, membahas, mendiskusikan, menyebarluaskan dan merealisasikan hal-hal yang besar, bernilai, berbobot dan bermanfaat.

Mari kita berusaha memperbesar volume akal kita dengan melakukan langkah sederhana dan gampang yaitu dengan menggunakan Facebook secara bijaksana. Bijaksana dalam arti cerdas dalam membagi dan mempergunakan waktu, harta dan badan secara adil dan seimbang.

Di dalamnya ada hak untuk Allah swt, agama, umat, masyarakat, keluarga dan diri sendiri. Bijaksana juga dalam arti memanfaatkan Facebook untuk hal-hal yang baik, benar, berbobot, bernilai, bermanfaat bagi diri kita sendiri baik ketika hidup di dunia, beristirahat di alam barzah, di hari kiamat, maupun di kampung akhirat kelak.

Selain bermanfat bagi diri kita sendiri, juga memberi manfaat positif bagi banyak orang selama kita masih hidup dan setelah kita tidak hidup lagi di dunia ini. Semoga kita mampu meneladani suri teladan terbaik kita yakni Rasulullah saw.
Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang menyiakan-nyiakan waktu, umur, harta dan badan kita yang merupakan anugerah Allah swt. yang sangat berharga. */Abdullah al-Mustofa, penulis adalah kandidat Master Studi al-Qur’an di IIUM (International Islamic University Malaysia) dan ketua FUSSI (Forum Ukhuwah Sarjana Studi Islam) di IIUM.

http://www.hidayatullah.com/read/15174/05/02/2011/-facebook:-antara-akal-besar-dan-nasib-baik.html

Leave a reply "Facebook: Antara Akal Besar dan Nasib Baik"

Author: 
    author
    Admin dan dan kontributor utama masnazar.com. Peminat masalah teknologi, gadget, dan aplikasi Android. Aku hanya ingin berbagi pengalaman, dan saling membantu. Semoga bisa memberi banyak manfaat untuk sesama...salam.