Tiga Tipe Orang Tua

216 views

Orang tua memiliki peranan penting dalam proses tumbuh kembang anak. Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kondusif akan berkembang secara normal dan baik. Demikian sebaliknya. Masa kanak-kanak adalah masa kritis, dimana orang tua memegang kunci bagi perkembangan psikologi anak. Maka ada baiknya para orang tua juga belajar memahami fungsi dan peranannya dengan mengetahui tipe dan karakter orang tua dalam mempengaruhi proses tumbuh kembang Anak.

Elizabeth Hurlock dalamĀ  “ Psikologi Perkembangan Anak “, menyebutkan tiga tipe orang tua. Pertama, tipe otoriter. Orang tua tipe ini cenderung memiliki tingkat pengawasan atau kontrol ketat dan tingkat penerimaan yang rendah. Terkesan disiplin dan kaku dalam menerapkan aturan, bahkan terkadang tanpa kompromi. Orang tua tipe otoriter juga sangat strict terhadap anak, banyak melarang, dan sangat intoleran terhadap pembangkangan anak. Alhasil, anak seperti terpenjara dalam aturan dan pola asuh orang tuanya. Anak menjadi tidak percaya diri, karena pergaulan yang biasanya sangat dibatasi oleh orang tua tipe ini. Karakter lain yang bisa saja muncul dari pola asuh otoriter adalah, anak menjadi pasif dan kurang inisiatif. Semua harus berdasarkan perintah, miskin kreatifitas. Bahkan, bisa memicu sifat pemurung pada anak, merasa tidak mendapatkan kebahagiaan, gampang stress, dan tidak mudah bersahabat. Dari sisi ini kita cenderung melihat bahwa orang tua dengan tipe otoriter memiliki banyak kekurangan pada perkembangan anak selanjutnya.

Kedua, tipe permisif. Orang tua dengan tipe ini memiliki kontrol rendah dan penerimaan tinggi. Biasanya anak diperbolehkan melakukan apa saja, jarang dilarang. Semua serba boleh, sehingga terkesan tidak terkontrol. Kalaupun mereka melarang, namun terkadang larangannya tidak konsisten. Kadang-kadang saja melarang. Anak yang bertumbuh dibawah orang tua tipe ini biasanya menjadi anak egois, mau menang sendiri, agresif, dan impulsif. Pada sisi lain anak juga menjadi kurang terkendali, memiliki gaya boss atau suka mendominasi orang lain dalam pergaulan sosial, dan rasa percaya diri yang rendah. Orang tua tipe permisif sangat memanjakan anak, menuruti semua keinginannya tanpa melihat dampaknya dalam jangka panjang. Maksud hati memberi kasih sayang kepada anak namun siapa sangka ternyata berakibat kurang baik bagi masa depan anak.

Ketiga, tipe otoritatif. inilah yang semestinya dilakukan oleh orang tua. Orang tua tipe otoritatif dapat menyeimbangkan antara kontrol/pengawasan dan penerimaan. Responsif terhadap kebutuhan dan keinginan anak, demokratis, serta mendorong dan menghargai pendapat anak. Mereka tidak sekedar melarang anak tanpa alasan, tapi memberikan pengertian, argumentasi yang rasional buat anak. Dalam pola asuh yang demikian, akan menghasilkan anak yang memiliki percaya diri tinggi, mudah bergaul, mudah menjalin kerjasama dengan orang lain, memiliki kontrol diri, dan rasa ingin tahu.

Dari tiga tipe di atas, nampaknya sangat mudah ditarik kesimpulan, mana tipe orang tua ideal. Kami persilakan para orang tua untuk melakukan introspeksi, kemudian koreksi atas pola asuh yang selama ini dilakukan. Semoga masih ada waktu bagi kita untuk merubah yang sudah ada menjadi lebih baik di masa mendatang. Demi kebaikan generasi kita kelak.

 

 

Tags: #pola asuh anak #tipe orang tua #tipe otoriter

Leave a reply "Tiga Tipe Orang Tua"

Author: 
    author
    Admin dan dan kontributor utama masnazar.com. Peminat masalah teknologi, gadget, dan aplikasi Android. Aku hanya ingin berbagi pengalaman, dan saling membantu. Semoga bisa memberi banyak manfaat untuk sesama...salam.